Home » » Sejarah dan Peristiwa Besar di Pulau Morotai Indonesia

Sejarah dan Peristiwa Besar di Pulau Morotai Indonesia

Written By mauli on Friday, December 27, 2013 | 11:32 AM

Pulau Morotai adalah sebuah Pulau di Indonesia bagian Timur di sebelah utara Kepulauan Maluku yang merupakan salah satu pulau terluar Indonesia dan berda di pesisir Samudra pasifik yang berdekatan dengan Filipina. Pulau morotai  mempunyai keindahan Alam yang sangat menarik dan mempesona terutama kaindahan bahari. Pulau ini juga memiliki lika-liku sejarah yang sangat panjang dan sepertinya tidak akan bosan untuk diceritakan.
Banyak sekali peristiwa-peristiwa besar terjadi di Pulau Morotai diantaranya adalah perang sengit antara Tentara Gabungan dibawah Aliansi Sekutu melawan Tentara Kekaisaran Jepang pada saat perang Dunia kedua sedang berkecamuk dan peristiwa lain yang tak kalah pentingnya yaitu Tentara Jepang yang menolak menyerah sampai tahun 1974 dan di klaim sebagai yang terakhir juga berada di pulau morotai, Penjelasan mengenai sejarah panjang salah satu pulau yang sangat Indah Indonesia ini sebagai berikut.
  • Sebelum Kedatangan Bangsa Eropa
Pulau Morotai terbentuk sekitar jutaan tahun yang lalu, proses yang terjadi pada pembetukan alami tersebut memberikan peninggalan berupa goa-goa yang terdapat di pulau morotai, banyak orang memperkirakan bahwa nenek moyang manusia purba di pulau morotai dahulu hidup dan tinggal di dalam goa goa yang banyak tersebar di pulau morotai dengan banyaknya bukti yang ditemukan berupa tulang belulang manusia purba. Menurut cerita beberapa tokoh yang sudah sepuh, bahwa penduduk Pulau Morotai yang asli itu berasal dari Almahera dari dua suku yaitu Suku Tobelo dan Suku Galela dan itulah katanya yang menyebabkan bahasa yang ada di pulau morotaipun ada dua. Pada Abad ke 15 dan 16 pulau morotai berada dibawah kendali Kesultanan Ternate yang berkuasa pada saat itu dan merupakan inti dari sebuah kawasan besar bernama Morodan termasuk Pulau pesisir Halmahera yang dekat dengan morotai.
  • Kedatangan Bangsa Eropa.
Bangsa Portugis pertama kali mendarat di Maluku pada tahun 1511 dan mulai terlihat gerak-geriknya yang tidak bersahabat dengan bangsa pribumi serta secara perlahan-lahan semakin memperlihatkan karakter aslinya sebagai bangsa penjajah yang serakah, itikad tidak baik bangsa portugis tersebut mumbuat marah Rakyat morotai, kemudian langkah cepatpun dilakukan dengan cepat dengan dukung rakyat pada tahun1574 Sultan Babullah dari Ternate berhasil mengusir Bangsa Portugis angkat kaki dari Maluku. Setelah VOC Runtuh karena bangkrut pada akhir abad ke 18, kemudian pemerintah Belanda mengambil alih kepemilikan VOC dan sama seperti bangsa Eropa sebelumnya yang menduduki pulau morotai yaitu beritikad tidak baik dengan cara-cara penjajahan, meskipun perlawanan dari Rakyat Maluku khususnya Morotai terus bergejolak, tapi pertahanan belanda cukup kuat dan terus terjadi pertentangan-pertentangan sengit yang banyak sekali memakan korban di pihak Rakyat Morotai. Keadaan ini diperparah setelah adanya keputusan dari Pemerintah Kolonial Belanda untuk menerapkan sistem Tanam Paksa pada tahun 1830, seperti namanya Tanam Paksa adalah suatu sistem perbudakan terhadap Rakyat Morotai yaitu penduduk dipaksa menanam Rempah-Rempah dan kekayaan alam lainnya secara paksa karena adanya permintaan Pasar Dunia pada saat itu dan hasil dari tanam paksa tersebut di Expor ke Belahan dunia terutama ke Negara-Negara Eropa yang jelas menambah pemasuka yang sangat besar kepada Pemerintah Belanda.
  • Masa Perang Dunia Kedua.
Pertentangan dan perselisihan paham di awal abad ke 20 memgai dunia menjadi dua kekuatan besar yaitu antara Blok Poros dan Blog Sekutu dan membawa dunia kedalam kancah prang global. Pada tanggal 7 Desember 1941 Angkatan Perang Kekaisaran Jepang menyerang dan membombardir Pearl Harbor dan terus menyerang ke setiap penjuru ke kawasan asia tenggara secara membaibuta dan berhasil menumbangkan pemerintahan-pemerintahan kolonial Eropa dikawasan Asia termasuk Indonesia dibawah Pemerintah Kolonial Belanda, Tentara Jepang mendarat di Pulau Morotai pada tahun 1942, dalam suasana penjajahan saat perang perlakuan Tentara Jepang terhadap rakyat morotai tak kalah bengis nya dengan penjajah Eropa sebelumnya.Pada tanggal 15 September 1944 gabungan Tentara dari berbagai Negara dibawah aliansi Sekutu yang di pimpin oleh Jenderal Douglas Mac Arthur menyerang Pulau Morotai dengan kekuatan yang sangat besar dan Pulau Morotai berhasil diduduku Sekutu. Setelah berhasil menduduki Pulau Morotai, kemudian Sekutu membangun Pangkalan Militer terbesar untuk kawasan Asia Pasifik terutama landasan udara sebanyak dua belas buah yang dapat menampung sampai tiga ribu pesawat terbang, dari pangkalan utama di Pulau Morotai inilah sekutu melancarkan aksi balsan ke basis-basis pertahanan jepang terutama Indonesia Bagian Timur dan Filipina, kemenangan demi kemenangan terus di dapat oleh tentara sekutu sampai akhirnya Kota Hirosiama dan Naga Saki di Bom Atom oleh tentara Amerika Serikat pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 kemudian selang beberapa hari Jepang menyerah kepada Sekutu dan setelah itu secara resmi Pulau Morotai ada di bawah kekuasaan Sekutu sampai berdirinya Negara Indonesia.
  • Masa Kemerdekaan Indonesia.
Setelah lika-liku di akhir perang dunia kedua dengan menyerahnya Jepang kepada tentara Sekutu, kemudian pada tanggal 17 Agustus 1945 Presiden Soekarno memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia dan pulau morotai pun menjadi bagian dari Negara Republik Indonesia.
  • Operasi Trikora Pembebasan Irian Barat.
Penyerahan kedaulatan Indonesia dari Belanda pada Konfrensi Meja Bundar menyisakan sengketa irian Barat, pada saat KMB berlangsung belanda berjanji akan membicarakan status Irian barat atau Papua Barat tersebut setahun setelah KMB ditandatangani, ternyata janji belanda tersebut mengaret sampai lebih dari sepuluh tahun, arena kebuntuan tersebut kemudian Republik Indonesia dibawah Presiden Soekarno secara lantang pada tanggal 19 Desember 1961 mengumumkan pelaksanaan Operasi Trikora untuk merebut kembali Irian Barat dari penguasaan belanda kewilayah Indonesia secara militer dengan peperangan, pada saat itu dibentuklah komando mandala dibawah pimpinan Soeharto untuk melaksanakan oprasi militer tersebut. Dalam kancah peperangan antara Indonesia dan Belanda, pulau morotai dijadikan bais militer dan infiltrasi untuk melakukan oprasi militer dan penyerangan keirian barat karena dipulau morotai banyak bandara-bandara udara peninggalan sekutu pada saat perang dunia kedua yang digunakan untuk landasan-landasan pesawat-pesawat tempur Indonesia.
  • Tentara Jepang Yang Terakhir Menyerah di Pulau Morotai Tahun 1974.
Teuro Nakamura adalah seorang warga Taiwan bernama Attun Palanin (dalam bahasa sukunya) yang menyandang wajib Militer dibawah Tentara kekaisaran Jepang pada saat Perang Dunia kedua, pada saat jepang melalui pengumuman resmi Kaisar Hirohito banyak sekali Tentara Jepang yang menolak menyerah termasuk salah satunya adalah Teuro Nakamura. Pada tahun 1974 Pemerintah jepang melalui kedutaan besarnya meminta bantuan Indonesia untuk mencari salah satu Prajurit Jepang yang masih belum menyerah di Pulau Morotai karena laporan penduduk setempat di Pulau Morotai adanya orang yang berkeliaran di Pegunungan Galoka. Kemudian dengan bantuan TNI dibawah pimpinan Supardi berhasil mengamankan Nakamura pada tahun 1974.
Prasasti Nakamura di hutan Pegunungan Galoka Morotai

0 opmerkings:

Post a Comment

close